Seiring berjalannya waktu, semakin banyak masyarakat yang terbuka dengan pembicaraan tentang krisis iklim, energi bersih, dan keberlanjutan (Global Investor Survey, 2024). Di tengah perubahan ini, muncul satu istilah yang semakin sering dibicarakan yaituGreen Leadership. Pertanyaannya, apakah green leadership benar-benar hanya tren sesaat, atau justru menjadi arah masa depan dunia? Untuk mengetahui lebih dalam, Yuk simak artikel berikut!
Dunia yang Sedang Berubah
Perubahan iklim bukan lagi isu yang dapat diabaikan, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, hingga krisis pangan menjadi realita yang dihadapi seluruh dunia. Lebih dekat dengan kita, Bencana Banjir Sumatra contohnya, menimbulkan kerugian baik nyawa maupun material yang tak terhitung nilainya. Banyak perusahaan, organisasi, dan institusi mulai menyadari bahwa keberlanjutan bukan sekadar citra, melainkan kebutuhan jangka panjang. Di sinilah kepemimpinan memainkan peran penting. Pemimpin yang pintar saja tidak cukup, tetapi dibutuhkan juga pemimpin yang mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial. Dari sinilah konsep green leadership lahir dan berkembang.
Apa Itu Green Leadership?
Secara sederhana, Green Leadership adalah gaya kepemimpinan yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam setiap keputusan dan tindakan untuk mengurangi efek negatif yang ditimbulkan (Ullah Khan et al., 2024). Namun penting untuk dipahami, green leadership bukan hanya soal “lingkungan hijau” atau simbol-simbol ramah lingkungan, seperti yang disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya bahwa kepemimpinan ini bersifat proaktif, inisiatif dan kreatif terhadap kepentingan dan keseimbangan banyak orang dan alam semesta. Green leadership berbicara tentang cara berpikir jangka panjang, tanggung jawab terhadap dampak keputusan, hingga kemampuan mengajak orang lain bergerak menuju perubahan. Tanpa perubahan sistem dan cara berpikir, aksi lingkungan sering kali berhenti sebagai simbol atau event sesaat, lebih parahnya,tindakan Green Washing. Inilah mengapa green leadership tidak bisa dilepaskan dari kemampuan memimpin dan memengaruhi orang lain.
Salah satu hal poin penting dalam green leadership adalah berbari pengetahuan. Kepedulian lingkungan tidak akan bertahan lama jika hanya dipahami oleh segelintir orang. Ketika pemimpin mampu menjelaskan mengapa (Why) suatu kebijakan dibuat dan bagaimana (How) cara menerapkannya, perubahan menjadi lebih mudah diterima. Green leadership bukan tentang memerintah, tetapi tentang Mengedukasi, Mengajak berdiskusi, Membangun kesadaran bersama. Dengan begitu generasi muda terutama mahasiswa, dapat terlatih kepekaannya, tanggung jawab, dan kemampuan untuk berpikir sistemik jangka panjang.
Hal ini juga cukup relevan untuk membantu mahasiswa menghadapi Dunia kerja. Banyak perusahaan kini berlomba-lomba untuk tidak hanya berfokus pada profit tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat . Hal ini tercermin dari Konsep seperti sustainability, ESG, dan tanggung jawab sosial yang dituangkan dalam Sustainability Report (SR) dan The Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) (PwC UK, 2025)semakin sering muncul. Sehingga butuh lebih banyak pemimpin yang tidak hanya pintar tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi, mengelola risiko lingkungan, hingga mempertahankan keberlanjutan organisasi.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Green Leadership bukan hanya sekedar tren tetapi dibutuhkan secara nyata dan harapannya lebih banyak generasi muda yang menerapkan gaya kepemimpinan ini di masa depan.
Jika kamu tertarik dengan Akuntansi UBAYA, Jangan lupa segera daftarkan dirimu dan menjadi bagian dari School of Accounting UBAYA!
Ullah Khan, R., Saqib, A., Abbasi, M. A., Mikhaylov, A., & Pinter, G. (2023). Green Leadership, environmental knowledge Sharing, and sustainable performance in manufacturing Industry: Application from upper echelon theory. Sustainable Energy Technologies and Assessments, 60. https://doi.org/10.1016/j.seta.2023.103540