Tips Mengembangkan Public Speaking yang Percaya Diri dan Berdampak
09 Februari 2026
1
Suka
(Artikel ini terinspirasi dari TED Talk, Lawrence Bernstein)
Pernahkan kamu merasa cemas saat diminta untuk melakukan presentasi di depan dosen maupun rekan kerja? Jika iya, maka artikel ini adalah untukmu!
Studi neuroimaging menunjukkan bahwa individu dengan kecemasan sosial mengalami penurunan integrasi konektivitas antara area kortikal dan amigdala (Bagian otak yang mengatur respon emosi, perilaku dan memori) saat mengantisipasi berbicara di depan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan sosial dapat mempengaruhi regulasi emosi selama public speaking, yang berpotensi mengganggu fokus dan performa komunikasi. Walaupun demikian, bukan berarti seseorang harus sepenuhnya tidak melakukan public speaking, perlu latihan dan cara efektif untuk meningkatkan dan memaksimalkan skill public speaking. Lawrence Bernstein menyatakan bahwa ada tiga poin penting yang dapat diterapkan jika kamu ingin skill public speaking mu meningkat, diantaranya:
Know your message
Public speaking dikatakan efektif pada saat pembicara memahami jelas pesan utama yang ingin disampaikan ke audiens, kejelasan ini dapat membantu otak untuk mengorganisasikan informasi secara terstruktur sehingga percakapan lebih terarah. Sebaliknya, jika pembicara tidak memiliki pemahaman yang baik, penyampaian materi akan menimbulkan kebingungan bagi audiens.
Concentrate on delivering value and Communicate with clarity
Di Tengah kondisi keterbatasan waktu dan banyaknya materi, Pembicara sering terdistraksi oleh banyak aspek teknik seperti intonasi dan gaya penyampaian. Hal ini bagus, akan tetapi hal lebih esensial adalah memastikan bahwa komunikasi memiliki nilai bagi audiens serta memastikan bahwa informasi tersebut dapat dengan jelas dan tepat diterima, dipahami, dan dimanfaatkan bagi audiens kedepannya.
Keep it simple yet engaging
Berlanjut dari poin sebelumnya terkait kejelasan dan ketepatan, penggunaan bahasa yang terlalu kompleks memang terlihat lebih profesional, akan tetapi juga berisiko mengurangi pemahaman audiens sehingga menggunakan bahasa yang sederhana bukanlah suatu kelemahan, melainkan strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan audiens terhadap pesan yang ingin disampaikan.
Dengan memahami ketiga poin tersebut, diharapkan dapat membantu anda untuk meningkatkan keahlian Public Speaking dan kepercayaan diri. Jika anda tertarik dengan artikel-artikel serupa, yuk kunjungi website Akuntansi Ubaya!
Daftar Pustaka:
Cremers HR, Veer IM, Spinhoven P, Rombouts SA, Yarkoni T, Wager TD, Roelofs K. Altered cortical-amygdala coupling in social anxiety disorder during the anticipation of giving a public speech. Psychol Med. 2015 May;45(7):1521-9. doi: 10.1017/S0033291714002657. Epub 2014 Nov 26. PMID: 25425031; PMCID: PMC6892398.